About Me ===>

Random Post

Home » » ASPEK KESEHATAN DALAM SHOLAT MENURUT SARJANA BARAT

ASPEK KESEHATAN DALAM SHOLAT MENURUT SARJANA BARAT



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم



SEORANG ilmuwan  Prancis August Sevateille dalam bukunya Falsafah Agama mengatakan, “Sekarang kita mampu menyimpulkan hakikat (asal) tentang agama dan mendefinisikannya; yaitu jalinan hubungan yang didasari dan dikehendaki oleh jiwa (ruh), dengan Zat Yang Maha Kuasa. Jiwa itu menyadari bahwa kemampuannya berada dalam kendali Yang Kuasa. Sholat adalah keyakinan agama pada saat melakukannya. Sholat adalah agama yang benar.”

          Lebih lanjut ia mengatakan, “agama menjadi kebiasaan hidup karena merupakan amalan yang penting dalam kehidupan. Dengan amalan tersebut seseorang berusaha menyelamatkan diri dari kerusakan dengan berlindung kepada Zat Yang Kuasa. Amalan inilah yang disebut dengan sholat. Sholat seperti yang saya maksud, bukanlah mengucapkan kata-kata atau mengulang kalimat. Tetapa sholat adalah gerakan yang dilakukan oleh seseorang untuk melakukan hubungan pribadi dan komunikasi langsung dengan Zat Yang Maha Gaib, yang di yakini ada-NYA oleh manusia. Bahkan ada-NYA lebih dulu, sebelum manusia memeberi-NYA nama. Jika tidak ada hubungan batin seperti ini,maka tidak ada agama.”

          Maksudari perkataan August adalah sesungguhnya manusia mendapatkan kekuatan diri dari sholat. Kekuatan itu hilang jika tidak melakukan sholat dan tidak berpegangan pada agama dengan tali yang kuat yaitu sholat.kekuatan diri tersebut akan menjadi kekuatan yang besra bagi manusia, yang bisa mengalahkan segala rintangandan kesulitan, serta akan memberi dampak kesehatan jiwa kepadanya.


          Dr. Alexis Carel, seorang pemenang hadiah nobel dalam bidang kedokteran, dan Direktur Riset pada  Rockefeller Foundation Amerika, memberikan pernyataan sebagai berikut:

“Sholat memunculkan aktivitas pada perangkat tubuh dan anggota tubuh. Bahkan sebagai sumber aktivitas terbesar yang terkenal sampai saat ini. Sebagai seorang dokter, saya melihat banyak pasien yang gagal dalam pengobatan, dan dokter tidak mampu mengobatinya.lalu, ketika pasien-pasien membiasakan sholat justru penyakit mereka hilang. Sesungguhnya bagaikan Tambang Radium yang menyalurkan sinar dan melahirkan kekuatan diri.”
“Kita harus memehami bahwa sholat bukan sekedar mekanisme bacaan untuk doa-doa, tetapi sholat adalah meditasi suci, dimana manusia merasakan kehadiran Allah dalam sholat, sebagaimana ia merasakan panasnya cahaya matahari, atau merasakan kelembutan seorang sahahabat. Dadalam sholat, manusia menghadapkan dirinya kepada Allah, berdiri dihadapan Allah seolah lembaran kain putih dihadapan seorang pelukis, atau sepotong batu pualam dihadapan seorang pemahat. Sholat menciptakan fenomena yang mencenangkan, mendatangkan kemukjizatan.saya benar-benar melihat efek sholat pada kondisi sakit, karena banyak pasien yang sembuh denagn sholat, setelah menderita berbagai penyakit seperti tuberculosis, radang tulang, kanker, luka membusuk, dan lain-lain.”

Dalam bukunya berjudul Manusia sebagai Makhluk Misteri pada bagian, “Sholat dan Penyembuh Ajaib.”, Karel menyebutkan:

“Segi-segi aktivitas kejiwaan membrikan perubahan anatomy (fungsi) pada jaringan dan anggota tubuh secara seimbang. Fenomena organik ini dapat dilihat pada kondisi yang sangat berbeda, yang telah dibuktikan oleh aktivitas sholat. Melaksanakan sholat bukan lah sekedar mengulan kalimat dan ucapan tetapi tenggelam dalam rasa kekuatan inti (supranatural). Keadaan jiwa yang seperti ini tidak bisa dipahami oleh para filosofdan para sarjana. Ketika proses penyembuhan berlangsung, seseorang yang sholat tidak boleh lepas dari “Kekuatan Inti”, lalu ia melaksanakan sholat secara baik. Inilah penyembuh mu’jizat.


Dr. Edwind Frederick Pourz, seorang professor (guru besar) dalam bidang penyakit syaraf di Amerika Serikat, menyatakan:

“menyembuhkan berbagai penyakit menular dalam tempom yang cepat, sulit dilakukan dalam tempo yang cepat pula. Namun dengan tidak memperdulikan terhadap semua kemu’jizatan lain untuk menyembuhkan penyakit pincang, lumpuh, buta yang tidak bisa disembuhkan oleh obat dokter, operasi atau psikiater. Bahkan ada ribuan kasus yang belum bisa ditangani oleh dokter terkenal atau dokter yang pandai sekalipun, tetapin justru penyembuhannya melalui kemu’jizatan sholat.”

0 komentar:

Posting Komentar