Didalam al-Qur'an Allah telah memerintahkan kita berwudhu. Allah berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak menerjakan sholat, maka basuh lah mukamu dan tangan mu sampai dengan siku. Dan sapu lah kepalamu dan (basuh) kaki mu sampai dengan kedua mata kaki dan jika kamu junub, maka mandilah. (QS AL-Maidah:6)
Terkadang al-Qur'an membawa hukum yang bersifat global dan terkadang membawa hukum yang bersifat terperinci. Berkenaan dengan sholat, ajakan al-Qur'an terhadap sholat bersifat global. Di sini lah muncul peranan sunnah yang menjelaskan kepada kita mengenai jumlah sholat, tata cara sholat, waktunya, dan lain-lain yang sifatnya terperinci.
Demikian pula yang berkenaan dengan wudhu, ada beberapa sunnah yang di ambil dari Nabi SAW.; yaitu tentang membasuh setiap anggota wudhu tiga kali, memasukan air kelubang hidung, bekumur-kumur, memakai siwak, dan lain-lain.
Bila kita perhatikan, sebetulnya wudhu adalah proses kebersihan yang dilakukan oleh seseorang untuk membasuh bagian-bagian tubuhnya sebanyak lima kali sehari. Kebersihan sdalah sebagian dari keimanan. Dalam hadis yang periwayatannya di-takhrij oleh imam ath-Thabrani, Rossululloh SAW. Bersabda:
“kebersihan mengajak kepada keimanan. Keimanan beserta pemiliknya berda di surga.”
Wudhu mengandung dua kebersihan: kebersihan fisik dan kebersihan jiwa. Kebersihan untuk kehidupan duniawi dan kebersihan untuk kehidupan akhirat. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah r.a.; Rossululloh SAW. Bersabda:
“Bila sorang muslim atau mukmin berwudhu lalu membasuh mukanya, maka keluarlah dari mukanya; setiap kesalahan yang dilakukan oleh kedua matanya beserta air atau beserta tetesan air terakhir. Bila membasuh kedua tangannya, keluarlah dari kedua tangannya setiap kesalahan yang diperbuat tangannya bersama air atau tetesan terakhir. Bila membasuh kedua kakinya keluarlah setiap kesalahan yang dilakukan oleh kakinya bersama air atau bersama tetesan air terakhir. Sehingga dia keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.”
Hadis tersebut memberi pengertian kepada kita bahwa wudhu mengandung dua aspek kebersihan; yakni kebersihan lahir berupa pencucian bagian tubuh manusia; dan kebersihan batin yang ditimbulkan oleh pengaruh wudhu kepada manusia berupa pembersih dari kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh anggota-anggota tubuh.
Disamping itu bila kita melihat wudhu dari segi kesehatan medis, ada banyak manfaat bagi orang yang mengerjakan wudhunya dengan baik. Sebagian besar proses pembersihan dalam wudhu mengenai kulit mengenai kulit manusia.kulit mempunyai peranan besar yaitu sekitar 15% dari kadar tubuh secara keseluruhan.
Kulit terdiri dari beberapa lapisan, yang setiap lapisan mempunyai tugas dan fungsi tertentu.didalam kulit juga terdapat kelenjar yang berguna untuk mengeluarkan minyak, aram, dan keringat, serta kelenjar untuk pertumbuhan kuku dan rambut. Kulit memiliki beberapa fungsi yang terpenting sebagai berikut:
· Menjaga dan memelihara tubuh besrta anggota tubuh
· Mengatur suhu tubuh melalui kelenjar keringat dan pembuluh darah bagian paling luar
· Berkonsentrasi pada urat syaraf sehingga menjadikan manusia merasakan panas dan dingin
· Mengeluarkan cairan dan sisa cairan lainnya dari kelenjar minyak
· Membentuk vitamin D untuk mencegah terjadinya kelumpuhan.
Kulit selalu berhadapan dengan kondisi cuaca luar yang terdapat banyak kuman, debu, endapan-endapan, sisa kotpran yang dapat menutup pori-porikulit sehingga menghalangi dan menganggu fungsi kulit.
Disamping itu kotoran-kotoran yang terdapat pada kulit yang tidak bersih mendorong serangga-serangga utuk mendekati kulit yang terkadang membawa penyakit berbahaya. Oleh karena itu, kebersihan merupakan pangkal dari pencegahan penyakit yang perlu dilakukan beberapa kali dalam sehari.



0 komentar:
Posting Komentar