SETIAP rakaat shalat terdiri dari beberapa gerakan yang diulang-ulang. Gerakan-gerakan tersebut adalah: terdiri, rukuk, bangun dari rukuk, turun menuju sujud, sujud, bangun dari sujud (duduk) kemudian sujud kedua.
Setiap gerakan-gerakan ini harus dilakukan secara tenang yang memerlukan waktu sejenak. Hal ini ditunjukan oleh sebuah hadis Rasul tentang peristiwa sahabat yang tidak benar melakukan shalat dan diperintah untuk mengulanginya kembali.
Dirwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, “seseorang masuk masjid lalu shalat, kemudian ia mendatangi Nabi dan Nabi menolaknya dengan mengatakan, ‘Kembalilah dan shalatlah, sesungguhnya engkau belum shalat’ lalu ia kmbali dan mengulanginya tiga kali. Selanjutnya ia bertanya, ‘Demi Zat yang telah mungutus engkau (tuan) denn hak (benar) apakah yang lebih baikdari selain yang ini, ajarilah aku’. Nabi bersabda, ‘Bila engkau mendirikan shalat, bertakbirlah kemudian bacalah sekedarnya dari al-Qur’an, kemudian ruku’lah sehingga engkau tenang melakukan ruku’, kemudian engkau (i’tidal) tegak berdiri, kemudian sujudlah, sehingga engkau tenang melakukan sujud, kemudian bangunlah sehingga engkau tenang duduk, kemudian sujudlah sehingga engkau tenang sujud, kemudian lakukan demikian itu dalam semua shalat’.” (H.R Imam Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)
Ketenangan seperti yang telah disarankan oleh Nabi SAW. tersebut telah memberikan “hak waktu” kepada setiap gerakan shalat guna memperoleh manfaat kesehatan seperti olahraga fisik yang diperlukan untuk kesehatan tubuh dan memeliharanya dari penyakit.
AL-Qiyam (berdiri)
Setelah takbirat ihram(takbir diawal shalat),berdiri merupakan gerakan pertama dalm shalat. Dalam posisi ini seorang muslim berdiri tegak tidak kaku. Antara kaki (tulang kering) merenggang selebar jarak antara dua bahu tubuh. Tangan kanan memegang tangan kiri (sesuai pendapat sebagaian besar mazhab fikih). Dalam posisi ini otot yang berada dipunggung memberi kesempatan kepada tulang punggung pada posisi lurus.
Gerakan Ruku’
Dr. Taufiq Ulwan menggambarkan posisi ruku’ yang ideal; secara mudah hendaknya tubuh berubah dari posisi berdiri keposisi badan membentuk sudut yang lurus dengan kedua kaki tetap berdiri. Posisi punggung kokoh dan lurus, tidak loyo, dan tidak membungkuk.
Posisi leher tetap sejajar dengan memanjangnya badan antara mengangkat dan menundukan kepala. Sebaiknya kecondonan badan tidak bertumpu pada kedua pergelangan tangan atau kedua sendi pergelangan. Kedua sendi pergelangan tangan tetap memanjang. Dengan kokoh dan mantap kedua tangan memegang kedua persendian. Kesimpulan dari pernyataan diatas posisi punggung kokoh dan lurus denan kepala terangkat sejajar dengan memanjangnya badan.
AL-I’tidal (bangun dari rukuk)
Gerakan ini dilakukan dengan cara mengangkat kepala dengan khidmat dan tenang, hingga kembali ke posisi berdiri. Sementara kedua lengan dengan santai dan tenang berada dikedua sisi tubuh. Dengan demikian gerakan akan sempurna, dan setiap tulang pada tulang-tulang tubuh dalam posisi kembali sebagaimana saat sebelum melakukan ruku’.
Berdiri Dari Menuju Sujud
Dr. Taufik Ulwan menyatakan, “Gerakan ini berlangsung dengan cepat dan hanya perlu sedikit waktu. Tetapi dari segi manfaat (pentingnya) tidak bisa di sepelekan. Manfaat ini tampak jelas bagi orang yang mengetahui detailnya gerakan (sirkulasi) darah pada saat turun dari berdiri menuju sujud.
Gerakan Sujud
Sujud dilakukan dalam selang waktu yang sama sebagaimana waktu yang dipergunakan dalam ruku’. Pada sujud ketika muka menempel ketanah perlu ditenangkan sejenak. Posisi badan menggantung dan dan tetap kokoh pada tulang muka, kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari-jari kaki.
Ujung jari-jari kedua tangan maupun kedua kaki menghadapmkiblat dengan memperhatikan badan, tidak boleh istirahahat diatas kedua lengan atau kedua sendi pergelangan, bahkan sebaiknya kedua lengan perlu dijauhkan dari badan. Perlu diperhatikan pula menghindarkan punggung membungkuk pada waktu sujud.
Punggung hrus dalam posisi tetap kokoh tidak membungkuk membengkok. Kedua paha juga dalam posisi lurus diatas kedua lutut. Kedua tulang kering bersandar pada ujung kedua kaki. Disamping itu tetap kokoh pada persendian lutut masing-masing. Setiap gerakan juga diperlukan thuma’ninah.
Gerakan Bangun Dari Sujud (Menuju Duduk)
Dengan tenang kepala diangkat diatas tanah, hingga badan berada dalam posisi duduk dengan punggung tegak. Paha kiri tetapdiatas tulang kering kaki kiri. Adapun tulang kaki kering kanan tenang diatas ujung jari-jari kanan. Sementara kedua telapak tangan berada diatas kedua paha. Dalam istilah fikih Islam, posisi ini dinamakan duduk Iftirasy.