About Me ===>

Random Post

AUTO LIKE (LIKE OTOMATIS)

Disini saya hanya ingin berbagi bagaimana cara agar setiap status yang ada teman anda akan langsung dilike secara otomatis oleh aplikasi ini.

Langsung saja...!

1.Harap menggunakan Mozilla Firefox.
2.Download aplikasinya disini 
3.Setelah anda download, lalu klik restart now (ulangi Mozilla Firefox)
4.Aplikasi siap digunakan
.........lihat


SARAN: Jangan gunakan aplikasi ini atau anda akan diblokir selama 2 hari (alasan karena terlalu cepat) dan jika anda ingin berhenti dari aplikasi tersebut (klik TOOLS => OPTIONS => GENERAL => MANAGE ADD-ONS=> EXTENSIONS)

MELAKUKAN GERAKAN SHALAT YANG SEHAT





SETIAP rakaat shalat terdiri dari beberapa gerakan yang diulang-ulang. Gerakan-gerakan tersebut adalah: terdiri, rukuk, bangun dari rukuk, turun menuju sujud, sujud, bangun dari sujud (duduk) kemudian sujud kedua.
           
            Setiap gerakan-gerakan ini harus dilakukan secara tenang yang memerlukan waktu sejenak. Hal ini ditunjukan oleh sebuah hadis Rasul tentang peristiwa sahabat yang tidak benar melakukan shalat dan diperintah untuk mengulanginya kembali.
Dirwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, “seseorang masuk masjid lalu shalat, kemudian ia mendatangi Nabi dan Nabi menolaknya dengan mengatakan, ‘Kembalilah dan shalatlah, sesungguhnya engkau belum shalat’ lalu ia kmbali dan mengulanginya tiga kali. Selanjutnya ia bertanya, ‘Demi Zat yang telah mungutus engkau (tuan) denn hak (benar) apakah yang lebih baikdari selain yang ini, ajarilah aku’. Nabi bersabda, ‘Bila engkau mendirikan shalat, bertakbirlah kemudian bacalah sekedarnya dari al-Qur’an, kemudian ruku’lah sehingga engkau tenang melakukan ruku’, kemudian engkau (i’tidal) tegak berdiri, kemudian sujudlah, sehingga engkau tenang melakukan sujud, kemudian bangunlah sehingga engkau tenang duduk, kemudian sujudlah sehingga engkau tenang sujud, kemudian lakukan demikian itu dalam semua shalat’.” (H.R Imam Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)     

          Ketenangan seperti yang telah disarankan oleh Nabi SAW. tersebut telah memberikan “hak waktu” kepada setiap gerakan shalat guna memperoleh  manfaat kesehatan seperti olahraga fisik yang diperlukan untuk kesehatan tubuh dan memeliharanya dari penyakit.

AL-Qiyam (berdiri)
            Setelah takbirat ihram(takbir diawal shalat),berdiri merupakan gerakan pertama dalm shalat. Dalam posisi ini seorang muslim berdiri tegak tidak kaku. Antara kaki (tulang kering) merenggang selebar jarak antara dua bahu tubuh. Tangan kanan memegang tangan kiri (sesuai pendapat sebagaian besar mazhab fikih). Dalam posisi ini otot yang berada dipunggung memberi kesempatan kepada tulang punggung pada posisi lurus.

Gerakan Ruku’
            Dr. Taufiq Ulwan menggambarkan posisi ruku’ yang ideal; secara mudah hendaknya tubuh berubah dari posisi berdiri keposisi badan membentuk sudut yang lurus dengan kedua kaki tetap berdiri. Posisi punggung kokoh dan lurus, tidak loyo, dan tidak membungkuk.
            Posisi leher tetap sejajar dengan memanjangnya badan antara mengangkat dan  menundukan kepala. Sebaiknya kecondonan badan tidak bertumpu pada kedua pergelangan tangan atau kedua sendi pergelangan. Kedua sendi pergelangan tangan tetap memanjang. Dengan kokoh dan mantap kedua tangan memegang kedua persendian. Kesimpulan dari pernyataan diatas posisi punggung kokoh dan lurus denan kepala terangkat sejajar dengan memanjangnya badan.

AL-I’tidal (bangun dari rukuk)
            Gerakan ini dilakukan dengan cara mengangkat kepala dengan khidmat dan tenang, hingga kembali ke posisi berdiri. Sementara kedua lengan dengan santai dan tenang berada dikedua sisi tubuh. Dengan demikian gerakan akan sempurna, dan setiap tulang pada tulang-tulang tubuh dalam posisi kembali sebagaimana saat sebelum melakukan ruku’.

Berdiri Dari Menuju Sujud
            Dr. Taufik Ulwan menyatakan, “Gerakan ini berlangsung dengan cepat dan hanya perlu sedikit waktu. Tetapi dari segi manfaat (pentingnya) tidak bisa di sepelekan. Manfaat ini tampak jelas bagi orang yang mengetahui detailnya  gerakan (sirkulasi) darah pada saat turun dari berdiri menuju sujud.

Gerakan Sujud
            Sujud dilakukan dalam selang waktu yang sama sebagaimana waktu yang dipergunakan dalam ruku’. Pada sujud ketika muka menempel ketanah perlu ditenangkan sejenak. Posisi badan menggantung dan dan tetap kokoh pada tulang muka, kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari-jari kaki.
            Ujung jari-jari kedua tangan maupun kedua kaki menghadapmkiblat dengan memperhatikan badan, tidak boleh istirahahat diatas kedua lengan atau kedua sendi pergelangan, bahkan sebaiknya kedua lengan perlu dijauhkan dari badan. Perlu diperhatikan pula menghindarkan punggung membungkuk pada waktu sujud.
            Punggung hrus dalam posisi tetap kokoh tidak membungkuk membengkok. Kedua paha juga dalam posisi lurus diatas kedua lutut. Kedua tulang kering bersandar pada ujung kedua kaki. Disamping itu tetap kokoh pada persendian lutut masing-masing. Setiap gerakan juga diperlukan thuma’ninah.

Gerakan Bangun Dari Sujud (Menuju Duduk)
            Dengan tenang kepala diangkat diatas tanah, hingga badan berada dalam posisi duduk dengan punggung tegak. Paha kiri tetapdiatas tulang kering kaki kiri. Adapun tulang kaki kering kanan tenang diatas ujung jari-jari kanan. Sementara kedua telapak tangan berada diatas kedua paha. Dalam istilah fikih Islam, posisi ini dinamakan duduk Iftirasy.    

TAYAMUM







PENGERTIAN TAYAMUM


  • MENURUT ETIMOLOGI (BAHASA) adalah AL-QOSHDU yaitu menyengaja
  • MENURUT TERTIMOLOGI (ISTILAH SYARA’) adalah Mengusapkan debu suci pada wajah dan kedua tangan sebagai pengganti dari wudhu, mandi besar atau basuhan anggota wajib dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.


SYARAT-SYARAT DIPERBOLEH KAN TAYAMUM
1.       Udzur (berhalangan) menggunakan air yang disebabkan 3 hal:
a.       Tidak menemukan air karena berpergian
b.      Ada dampak negatif ketika menggunakan air seperti, penyakitnya bertambah parah, tidak kunjung sembuh, dsb.
c.       Ada air akan tetapi diperlukan untuk kebutuhan lain yang sangat mendesak, semisal untuk minum.
2.       Tayamum dilakukan setelah masuknya waktu sholat.
3.       Tayamum dilakukan setelah berusaha mencari air ketika masuknya waktu sholat kecuali bagi yang bertayamum dikarenakan sakit.
4.       Menggunakan debu yang kering, suci dan mensucikan.


RUKUN TAYAMUM
1.       Memindah debu
2.       Niat denan cara agar diperbolahkan melaksanakan ibadah yang butuh pada suci dari hadast bukan hanya dengan niat tayamum saja atau niat menghilangkan hadast.
NIAT TAYAMUM
نويت التيمم لاستباحة اصلاة فرضا لله تعالى
3.       Mengusap wajah
4.       Mengusap kedua tangan sampai kedua siku-sikunya
5.       Tertib (berurutan)



Hal-Hal Yang Membatalkan Tayamum:
1.       Semua hal yang membatalkan wudhu juga termasuk membatalkan tayamum.
2.       Melihat atau menduga ada air diluar sholat bagi yang bertayamum dengan alasan tidak ada air.
3.       Keluar dari Islam (Murtad)
-          Murtad Bangsa Qolbi (Hati)
-          Murtad Bangsa Fi’li (Perbuatan)
-          Murtad Bangsa Qouli (Perkataan)
4.       Sembuh dari penyakit ketika sebelum melaksanakan sholat bagi yang bertayamum dengan alasan sakit.


Teknis Pelaksanaan Tayamum:
1.       Menghadap kiblat
2.       Menggunakan siwak
3.       Membaca bassmalah
4.       Melepas cinicin
5.       Menetapkan telapak tangan pada debu dengan merenggangkan jari menurut Anawawi atau merapatkan jari menurut Al-Ghozali, disertai dengan tayamum yang terus berlangsung (itidjamah) sampai mengusap sebagian wajah.
6.       Menipiskan debu dengan cara ditiup/dikibaskan.
7.       Mengusapkan kedua telapak tangan pada wajah mulai dari bagian kanan atas menuju bagian bawah.
8.       Menepukkan kedua telapak tangan pada debu untuk kedua kalinya dengan merenggangkan jari-jari.
9.       Mengangkat kedua telapak tangan untuk mengusapkan debu pada tangan kanan.

TAHUKAH ANTA?



ALLAH RIDHA PADA TIGA PERKARA
                Banyak sekali perbuatan yang disukai Allah, semuanya bertitik tolak pada kepentingan manusia. Bisa dihitung, niscaya tangan manusia akan kelelahan untuk menjumlahkannya. Namun, diantara sekian yang banyak itu, ada tiga perkara yang paling disukai Allah. Hal ini berdasarkan sabda Rassulullah saw. yang berbunyi, “sesungguhnya Allah meridhai tiga perkara kepada kalian... maka Dia ridhai kepada kalian untuk menyembah-NYA dan tida menyekutukan-NYA dengan sesuatu apapun , dan hendaknya kalian berpegang teguh pada tali Allah dan janganlah kalian becerai-berai, dan hendaknya kalian  saling memberi nasehat terutama kepada siapa yang telah mengurus perkara kalian...” (Shahih al-jami’:1895)

ALLAH MENCINTAI KEINDAHAN
                Sangat disayangkan orang yang tidak mengatur dirinya sendiri, mulai dari bagaimana berpakaian yang rapi sampai menjaga drinya dari penyakit yang membahayakan. Pasalnya, Allah sendiri sangat suka kepada hal-hal yang indah, yang nampak enak dipandang mata.  Namun, bukan berarti kita harus mengenakan pakaian-pakaian yang nampak mewah dan mahal harganya, karena hal itu dapat mengundang riya’ atau rasa ingin dipuji. Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsi, “sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keidahan.”(HR.Muslim)
               
ALLAH MEMBERI TANPA MENGUMPAT
                Jika anda mendapat pertolonagn manusia, belum tentu anda terbebas dari umpatan dan ledekan. Sebab, manusia itu mempunyai sifat berkehendak, mengharapkan pujian dari hal lain sebagainya.
                Oleh karena itu Abu Hanifah telah memberikan ungkapan mutiara, “Barangsiapa yang tidak aku tidak memerlukan harta darinya maka aku tidak peduli jika ia menghina.” Lanjut Abu Hanifah lagi, “pemberian yang punya Arasy (Allah SWT) lebih baik dari pada pemberian mu dan anugerah-NYA yang luas lebih banyak diharapkan oleh orang yang menantikannya. Engkau mengotori pemberian mu dengan umpatan dan Allah SWT memberi semuanya, tanpa umpatan dan kotoran.”  
               

DIKEROYOK TIGA ORANG BIJAK (humor Sufi)




Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari didesa Nasruddin.
Orang-orang di desa itu menyodorkan Nasruddin sebagai wakil orang-orang bijak didesa tersebut. Nasruddin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan disekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton mereka berbicara.
          Orang bijak yang pertama bertanya kepada Nasruddin , “dimana sebenarnya pusat bumi ini?”
          Nasruddin menjawab, “tepat dibawah telapak kaki saya , Saudara.”
          “Bagaimana bisa Saudara buktikan hal itu?”  tanya orang bijak pertama tadi.   
          “Kalau tidak percaya,”jawab Nasruddin, “ukur saja sendiri.”
          Orang bijak pertama diam tidak bisa menjawab.
          Tiba giliran orang bijak yang kedua, mengajukan pertanyaan, “Berapa banyak jumlah bintang yang ada dilangit?
          Nasruddin menjawab, “bintang-bintang yang ada dilangit itu jumlahnya sama dengan rambut yang tumbuh di keledai saya ini.”
          “Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu?” tanya orang bijak kedua tersebut.
          “Nah, kalau tidak percaya,” jawab Nasruddin “hitung saja rambut yang ada di keledai itu, dan nanti saudara akan tahu kebenarannya.”
          “Itu sih akal-akalan dan goblok-goblokan,”tanya orang bijak kedua, “bagaimana orang bisa menghitung bulu keledai.”
          Nasruddin pun menjawab “Nah, kalau saya goblok bicara. Saudara juga goblok-goblokan alias dungu, bagaimana orangbisa menghitung bintang dilangit?”
          Mendengar jawaban itu si bijak kedua itupun tidak bisa melanjutkan.
Sekarang tampillah orang bijak ketiga yang katanya paling bijak diantaranya.ia agak terganggu oleh kecerdikan Nasruddin dan dengan ketus bertanya, “Tampaknya saudara tahu banyak mengenai keledai, tapi coba saudara katakan kepada saya berapa jmlah bulu yangada di ekor keledai itu?”
“Saya tahu jumlahnya,” jawab Nasruddin, “jumlah bulu yang ada di ekor keledai saya ini sama dengan jumlah rambut di janggut saudar.”
“Bagaiman saudara bisa membuktikan hal itu?” tanya sibijak ketiga tersebut.
          “Oh itu mudah, begini. Saudara mencabut selembar bulu dari ekor keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai rambut dari janggut Saudara. Nah, kalau sama, maka apa yang saya katakan itu benar, tetapi kalau tidak, berarti saya keliru.”
          Tentu saja orang bijak yang ketiga itutidak mau menerima cara menghitung tersebut. Dan orang orang desa yang mengelilingi mereka itu mengatakan bahwa ternyta Nasruddin adalah orang yang paling bijakdiantara keempat orang tersebut.  

ASPEK KESEHATAN DALAM SHOLAT MENURUT SARJANA BARAT



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم



SEORANG ilmuwan  Prancis August Sevateille dalam bukunya Falsafah Agama mengatakan, “Sekarang kita mampu menyimpulkan hakikat (asal) tentang agama dan mendefinisikannya; yaitu jalinan hubungan yang didasari dan dikehendaki oleh jiwa (ruh), dengan Zat Yang Maha Kuasa. Jiwa itu menyadari bahwa kemampuannya berada dalam kendali Yang Kuasa. Sholat adalah keyakinan agama pada saat melakukannya. Sholat adalah agama yang benar.”

          Lebih lanjut ia mengatakan, “agama menjadi kebiasaan hidup karena merupakan amalan yang penting dalam kehidupan. Dengan amalan tersebut seseorang berusaha menyelamatkan diri dari kerusakan dengan berlindung kepada Zat Yang Kuasa. Amalan inilah yang disebut dengan sholat. Sholat seperti yang saya maksud, bukanlah mengucapkan kata-kata atau mengulang kalimat. Tetapa sholat adalah gerakan yang dilakukan oleh seseorang untuk melakukan hubungan pribadi dan komunikasi langsung dengan Zat Yang Maha Gaib, yang di yakini ada-NYA oleh manusia. Bahkan ada-NYA lebih dulu, sebelum manusia memeberi-NYA nama. Jika tidak ada hubungan batin seperti ini,maka tidak ada agama.”

          Maksudari perkataan August adalah sesungguhnya manusia mendapatkan kekuatan diri dari sholat. Kekuatan itu hilang jika tidak melakukan sholat dan tidak berpegangan pada agama dengan tali yang kuat yaitu sholat.kekuatan diri tersebut akan menjadi kekuatan yang besra bagi manusia, yang bisa mengalahkan segala rintangandan kesulitan, serta akan memberi dampak kesehatan jiwa kepadanya.


          Dr. Alexis Carel, seorang pemenang hadiah nobel dalam bidang kedokteran, dan Direktur Riset pada  Rockefeller Foundation Amerika, memberikan pernyataan sebagai berikut:

“Sholat memunculkan aktivitas pada perangkat tubuh dan anggota tubuh. Bahkan sebagai sumber aktivitas terbesar yang terkenal sampai saat ini. Sebagai seorang dokter, saya melihat banyak pasien yang gagal dalam pengobatan, dan dokter tidak mampu mengobatinya.lalu, ketika pasien-pasien membiasakan sholat justru penyakit mereka hilang. Sesungguhnya bagaikan Tambang Radium yang menyalurkan sinar dan melahirkan kekuatan diri.”
“Kita harus memehami bahwa sholat bukan sekedar mekanisme bacaan untuk doa-doa, tetapi sholat adalah meditasi suci, dimana manusia merasakan kehadiran Allah dalam sholat, sebagaimana ia merasakan panasnya cahaya matahari, atau merasakan kelembutan seorang sahahabat. Dadalam sholat, manusia menghadapkan dirinya kepada Allah, berdiri dihadapan Allah seolah lembaran kain putih dihadapan seorang pelukis, atau sepotong batu pualam dihadapan seorang pemahat. Sholat menciptakan fenomena yang mencenangkan, mendatangkan kemukjizatan.saya benar-benar melihat efek sholat pada kondisi sakit, karena banyak pasien yang sembuh denagn sholat, setelah menderita berbagai penyakit seperti tuberculosis, radang tulang, kanker, luka membusuk, dan lain-lain.”

Dalam bukunya berjudul Manusia sebagai Makhluk Misteri pada bagian, “Sholat dan Penyembuh Ajaib.”, Karel menyebutkan:

“Segi-segi aktivitas kejiwaan membrikan perubahan anatomy (fungsi) pada jaringan dan anggota tubuh secara seimbang. Fenomena organik ini dapat dilihat pada kondisi yang sangat berbeda, yang telah dibuktikan oleh aktivitas sholat. Melaksanakan sholat bukan lah sekedar mengulan kalimat dan ucapan tetapi tenggelam dalam rasa kekuatan inti (supranatural). Keadaan jiwa yang seperti ini tidak bisa dipahami oleh para filosofdan para sarjana. Ketika proses penyembuhan berlangsung, seseorang yang sholat tidak boleh lepas dari “Kekuatan Inti”, lalu ia melaksanakan sholat secara baik. Inilah penyembuh mu’jizat.


Dr. Edwind Frederick Pourz, seorang professor (guru besar) dalam bidang penyakit syaraf di Amerika Serikat, menyatakan:

“menyembuhkan berbagai penyakit menular dalam tempom yang cepat, sulit dilakukan dalam tempo yang cepat pula. Namun dengan tidak memperdulikan terhadap semua kemu’jizatan lain untuk menyembuhkan penyakit pincang, lumpuh, buta yang tidak bisa disembuhkan oleh obat dokter, operasi atau psikiater. Bahkan ada ribuan kasus yang belum bisa ditangani oleh dokter terkenal atau dokter yang pandai sekalipun, tetapin justru penyembuhannya melalui kemu’jizatan sholat.”